Minggu, 26 September 2010

Kata Hati

Seringkali dalam hidup, Kita berada pada persimpangan jalan dimana Kita harus memilih salah satu jalan tersebut. Masing-masing jalan akan membawa Kita ke suatu tempat yang berbeda dan apapun pilihan Kita, Kita mungkin tidak dapat kembali ke persimpangan jalan itu lagi untuk memilih jalan yang lain. Hidup layaknya seperti jalan tol, one way only, no return, no regret
Alangkah mudahnya apabila hidup memberikan mereka jalan yang terlihat jelas yang dapat menunjukkan jalan mana yang terbaik yang harus Kita pilih. Walaupun tidak sesederhana ini, tetapi kehidupan telah melengkapi Kita petunjuk yang tersamar berupa pesan-pesan yang biasa disebut sebagai indera keenam, naluri, insting, ilham, dan sebagainya, tetapi saya menyebutnya sebagai “Kata Hati"
Hampir setiap kali sahabat saya bertanya kepada saya tentang apa yang harus mereka lakukan terhadap masalah mereka, maka biasanya hal pertama yang saya tanyakan kepada mereka adalah “Apa kata hati mu?”. Kata hati adalah pesan-pesan yang muncul pertama kali dari hati kecil Kita. Kata hati mengandung suatu kejujuran, ketulusan dan tidak bertentangan dengan hati nurani.
Akan tetapi manusia seringkali menyalah artikan kata hati dengan apa yang sedang dipikirkannya. Saya pernah membaca suatu penelitian yang menyatakan bahwa otak dapat berpikir ratusan hal dalam waktu satu menit, sehingga sangat sulit membedakan antara kata hati dengan kata-kata yang keluar dari pikiran Kita. Pikiran Kita menilai suatu hal apakah itu baik atau buruk, sedangkan kata hati mengatakan suatu hal yang harus dilakukan, mengandung kejujuran dan sejalan dengan hati nurani. Kita adalah guru Kita yang paling bijak.
Jauh di dalam hati Kita, Kita sudah tahu semua yang perlu Kita ketahui. Terkadang menuruti kata hati Kita sangat bertentangan dengan cara pemikiran Kita, dan mungkin juga akibat dari menuruti kata hati, hanya akan membawa penderitaan sesaat, sama seperti yang saya alami. Akan tetapi, percayalah, kata hati tidak pernah salah dan kata hati selalu membimbing Kita ke jalan yang terbaik bagi kehidupan Kita, dan suatu saat nanti ketika Kita mengerti maknanya, Kita akan mensyukuri semuanya. Namun respon hati juga dipengaruhi kualitas hati kita.
ketika Kita berada di persimpangan jalan, apapun jalan yang Kita pilih dan apapun konsekuensinya, selama Kita mendengarkan kata hati Kita, maka jalan manapun yang Kita pilih adalah jalan terbaik bagi diri Kita
yang perlu diperhatikan..
1.Ketika Kita harus memilih di antara dua pilihan atau lebih, cobalah untuk berhenti berpikir. Otak dapat berpikir seratus hal yang berbeda dalam satu menit, kosongkan semua pikiran Kita, dengarkan suara kecil yang muncul dalam hati Kita.
2. Tidak mudah untuk mendengar suara hati, butuh suatu pemahaman, dan keyakinan. Latihan "meditasi" dapat membantu Kita lebih peka terhadap pesan-pesan yang muncul. Bentuk meditasi seperti apa..? Berdoa dan menenangkan pikiran sangat membantu untuk mendengarkan kata hati. Close to God, brings good impacts
3. INGAT!!! Kata hati mengandung kejujuran, ketulusan, dan tidak bertentangan dengan hati nurani. Berhati-hatilah dalam membedakan pesan dari kata hati Anda dengan bisikan-bisikan yang tidak memberdayakan
4. Menolak untuk mendengarkan kata hati dapat menimbulkan akibat negatif seperti depresi atau ketidakpuasan. Sama seperti banyak tentara yang kembali dari perang dan mengalami gangguan jiwa, yang disebabkan karena membunuh orang bertentangan dengan hati nurani mereka. Sekalipun Anda tidak terbuka tehadap kata hati Anda, pesan-pesan yang benar mempunyai cara untuk menemukan Anda dimana pun Anda berada.
5. Yang lebih penting adalah "...Qod aflaha man zakkaahaa.." - "...Beruntunglah orang-orang yang mensucikannya..", karena ini mempunyai makna dan imbas yang luas, mudah-mudahan...
"Listen to your heart when he's calling for you. Listen to your heart, there's nothing else you can do. I don't know where you're going and I don't know why, but listen to your heart..--Listen to your heart by Roxette—

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...