Minggu, 02 Oktober 2011

Burung Kertas (Flash Fiction)



Hidup adalah sebuah kenangan, karena semua yang kita jalani hari ini akan menjadi kepingan kehidupan nantinya yang hanya akan bisa dikenang atau terlupakan begitu saja.

“Berhenti Arin, jangan lakukan itu! Jika kau tidak menginginkan perjodohan ini, aku bersedia mundur. Aku tidak ingin menyakitimu”
”Bukan Mas, Aku yang tidak ingin menyakiti Mas Bhima terus menerus nantinya.”


Telah setahun lebih kejadian itu, tapi aku masih saja belum bisa melupakan sosoknya dan berhenti mencintainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti Mas Bhima. Aku sudah berusaha untuk belajar mencintainya, tapi aku tetap tidak bisa menggantikan Johan dengan Mas Bhima. Selama setahun ini aku telah membuat lebih dari seribu burung kertas untuk Jo. Sudah saatnya aku menemui Jo dan memberikan seribu burung kertas ini untuknya. Agar Jo tidak hanya menjadi bagian dari kepingan kehidupanku dimasa lalu, tapi kami akan menjadi sebuah kepingan cerita dari kehidupan mereka nantinya yang akan selalu mereka ingat.

Dengan memegang bungkusan seribu burung kertas ini aku perlahan-lahan berjalan menuju tepian jurang didekatku. Sesaat tubuhku terasa melayang dan burung-burung kertas itupun berterbangan bersamaku.

“Arin, aku telah membuat seratus burung kertas ini untuk kita”
”Seratus burung kertas? Untuk apa Jo?”
”Karena kata orang, burung-burung kertas ini akan membantu kita mewujudkan keinginan kita”
”Apa keinginanmu itu Jo?”
” Aku ingin kita akan selalu bersama-sama”
”Makasih Jo, aku janji akan selalu mencintai kamu”
Hari ini adalah saat terindah bersama dengan orang yang aku cintai, Johan. Kami tertawa lepas sambil sesekali becanda didalam mobil yang sedang dikendarai Jo, tapi Jo kehilangan konsentrasi dan tidak menyadari sebuah mini bus sudah melaju tidak terkendali dihadapan kami.

Semua bayangan kejadian saat kehidupan merenggut Jo dari sisiku seperti diputar ulang saat ini. Kejadian yang sudah menjadi kepingan-kepingan kisah kehidupanku yang telah berserakan. Sejenak aku mendengar teriakan Mas Bhima dan sejak itu juga aku akan menjadi kenangan dari kepingan-kepingan kehidupan mereka, sama seperti Jo.

********

”Nak Bhima, ada sesuatu yang belum kami ceritakan” sambil memberikan sebuah lembaran koran setahun yang lalu.

Metro Pos

Sebuah kecelakaan maut terjadi di Jl.Bintara sekitaran Pantai Rumbai, kecelakaan yang terjadi antar sebuah mobil bernomor polisi BK 2765 KM dengan sebuah mini bus yang sedang melaju dari arah berlawanan menewaskan seorang laki-laki yang diketahui berinisial ”J” tewas ditempat, sedangkan seorang perempuan berinisial ”A” dalam keadaan luka parah telah dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Disekitar korban juga berserakan beberapa burung kertas yang telah terkana cipratan darah korban.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...