“Pergilah, carilah wanita yang bisa memberikan kebahagian untukmu!”
Akhirnya, aku mampu menyelesaikan kalimat itu. Kalimat yang telah aku fikirkan berhari-hari dari sejak kami pulang dari sebuah klinik Dokter.
Aku dan Ramaditya, kami telah menikah selama dua tahun, tapi kami masih belum juga diberikan keturunan. Setelah memeriksakan diri ke Dokter kandungan, akhirnya kami tahu, bahwa aku lah penyebab kenapa kami masih belum juga memiliki anak. Kandunganku memiliki kelainan atau bahasa kedokterannya disebut Mullerian agenesis .
“Sejak awal aku memilihmu, aku telah memutuskan untuk mencintaimu”
Akhirnya, aku mampu menyelesaikan kalimat itu. Kalimat yang telah aku fikirkan berhari-hari dari sejak kami pulang dari sebuah klinik Dokter.
Aku dan Ramaditya, kami telah menikah selama dua tahun, tapi kami masih belum juga diberikan keturunan. Setelah memeriksakan diri ke Dokter kandungan, akhirnya kami tahu, bahwa aku lah penyebab kenapa kami masih belum juga memiliki anak. Kandunganku memiliki kelainan atau bahasa kedokterannya disebut Mullerian agenesis .
“Sejak awal aku memilihmu, aku telah memutuskan untuk mencintaimu”
“Tapi aku tidak bisa memberi kebahagian yang seutuhnya untuk kamu, Dit ”
“Kebahagiaan yang seperti apa, Vi? Aku sudah cukup bahagia bisa hidup dengan seorang yang aku cintai. Dan aku akan tetap mencintai kamu”

